Wahrul Minta Kepolian Tegas Tindak Penambang Emas di Way Kanan

BANDARLAMPUNG, DL – Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi meminta kepolisian menindak tegas para penambang emas di Kabupaten Way Kanan, Sabtu (30/1/2021).

Selain melanggar hukum penambangan emas ilegal juga mempunyai sejumlah dampak buruk lainnya, yang mana penambang diduga menggunakan bahan kimia seperti mercuri dan bahan kimia layinnya yang berbahaya dapat merusaka alama dan ekosistem.

“Akivitas penambang emas ilegal yang ada di Kabupaten Way Kanan harus dihentikan. Karena kegiatan tersebut tidak mempunyai aspek legalitas. Selain itu, penambang diduga mengunakan macuri serta bahan kimia lainya yang dapat menjadi dampak buruk bagi lingkungan. Dimana limbah mercuri dana bahan kimia layinya mengalir ke sungai dan dapat merusak ekositem yang ada di sungai serta berbahaya bagi warga. Ini sudah sangat gak bener,” ungkapnya.

Selain bahan kimia yang digunakan berbahaya dikarenakan tidak terkontrol aspek keselamatan dan kesehatan kerja terabaikan karena mereka bekerja tanpa kaidah keselamatan serta keamanan yang baik.

Disini pihak penegak hukum khususnya kepolisian agar berani menindak tegas penambang emas ilegal yang ada di Way Kanan dan harus benar-benar usut tuntas, supaya tidak berlarut-larut karena permasalah tambang emas ilegal di Way Kanan bukan baru.

“Sesuai dengan Undang- undang pertambangan mineral dan batubara (Minerba) no 3 tahun 2020 tentang pertambangan mineral.Dimana dalam UU minerba bagi kegiatan pengusaha penambangan ilegal dapat dikenakan denda paling banyak Rp 100 miliar, dan sanksi penjara paling lama 5 tahun. Ini sudah sangat jelas mengatur sanksi termasuk pidana atas kegiatan pertambangan yang dilakukan tanpa izin,”ucap dia. (Red)