Taufik Basari Ajak Masyarakat Memahami Toleransi Dalam Perbedaan Politik

BANDARLAMPUNG, DL – Hidup berdampingan secara damai antarsesama kelompok masyarakat yang terikat dalam nilai-nilai, norma, budaya dan keyakinan yang berbeda-beda merupakan wujud dari sikap Toleransi. Sikap toleransi menurut Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Taufik Basari juga perlu ditunjukkan dalam perbedaan politik.

Hal ini disampaikan Taufik saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Sukamaju, Teluk Betung Barat pada 11 Desember 2020.

Taufik yang juga menjabat sebagai Anggota DPR Fraksi NasDem ini mengingatkan masyarakat agar tidak perlu terjadi pertikaian dan perselisihan atas perbedaan pilihan dan pandangan politik.

“Kita baru saya melewati proses pemilihan kepala daerah serentak seluruh Indonesia. Saya berharap pesta demokrasi yang sudah kita lalui tidak meninggalkan perselisihan, dendam ataupun hal-hal lain yang kurang baik. Jika ada perbedaan politik saya berharap kita tetap bisa hidup berdampingan dengan damai” harapnya.

Toleransi politik lanjut Taufik, bukan berarti bersikap akomodatif terhadap penyelewengan hukum maupun politik.

Jika toleransi budaya selalu mengedepankan sikap penerimaan dalam banyak perbedaan dan keragaman dengan tujuan mempererat solidaritas kebangsaan dan kenegaraan, maka toleransi politik berarti mampu menerima setiap perbedaan pilihan politik yang ada, tanpa harus dibenturkan dengan nilai atau budaya masyarakat.

Taufik mengingatkan, nilai dan budaya dalam suatu masyarakat melebur dalam sebuah ikatan politik yang saling menghargai dan menghormati terhadap pilihan politik masing-masing, dan diatur serta dijamin undang-undang. Meski demikian, menegakkan hukum yang seadil-adilnya merupakan prasyarat terbangunnya toleransi politik sekaligus toleransi budaya di tengah-tengah masyarakat. (Red)