Soal Kisruh DPD Demokrat Lampung, Ini Kata Deklarator PD Lampung

BANDARLAMPUNG, DL- Kisruh Internal Partai Demokrat masih kerap terjadi. Tak hanya di Dewan Pimpinan Pusat, kini kisruh juga terjadi pada internal partai Demokrat Lampung.

Setelah sebelumnya Mahkamah Partai Demokrat telah mengembalikan jabatan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Lampung Timur, Yandri Nazir dan DPC Partai Demokrat Kabupaten Pringsewu Juwita Zahra.

Kemudian DPD Partai Demokrat Lampung melalui pers rilis mengumumkan bahwa sudah menetapkan secara aklamasi saudara Muhammad Khadafi Azwar sebagai Calon Ketua DPC Kabupaten Lampung Timur melalui Muscab ulang Partai Demokrat Kabupaten Lampung Timur pada Rabu (13-7-2022) lalu.

Sedangkan DPC Partai Demokrat Kabupaten Pringsewu juga menetapkan secara aklamasi Mira Anita sebagai Calon Ketua DPC Kabupaten Pringsewu pada Muscab pada Kamis (14-7).

Kekisruhan dalam tubuh partai berlambang bintang mercy tersebut turut menarik perhatian mantan wakil Walikota Bandarlampung sekaligus Deklarator partai Demokrat Lampung Yusuf Kohar.

Yusuf Kohar mengaku sangat sedih dan prihatin melihat dinamika politik yang ada pada tubuh partai Demokrat Lampung saat ini.

“Tidak selayaknya dagelan seperti ini terus dipertontonkan. Lebih baik DPD Partai Demokrat fokus pada pemenangan pemilu 2024 mendatang,” ujar Yusuf Kohar, Jumat (16-7).

Menurut dia, Ketua DPD Partai Demokrat Lampung harus belajar lagi tentang aturan-aturan yang ada di Partai Demokrat.

“Muscab (Musyawarah cabang itu harus melibatkan Ketua atau Plt Ketua yang SK-nya masih berlaku. Kalau tidak dilibatkan itu namanya tidak sah,” kata dia.

Selanjutnya pendiri PD Lampung ini menyarankan agar Muscab di kabupaten dan kota yang bermasalah harus diulang agar tidak dinilai publik sebagai partai yang otoriter dan tidak mengikuti aturan.

Sebab, kata Yusuf Kohar, Partai Demokrat merupakan milik publik, bukan milik pribadi yang bahkan untuk memperkaya diri ataupun kelompok tertentu.

Senada disampaikan Julian Manaf. Dia mengaku prihatin atas kisruh yang tengah terjadi pada Partai pimpinan Edy Irawan Arief tersebut.

“Saya sangat prihatin partai sebesar partai Demokrat dikelola oleh orang yang tidak memiliki leadership sama sekali,” ungkapnya.

Menurut Julian, langkah DPD Partai Demokrat Lampung bukan untuk perbaikan partai tetapi lebih pada sisi pragmatis.

“Langkah-langkah yang dilakukan DPD bukan untuk perbaikan partai kedepan. Tapi langkah-langkah yang pragmatis. Akhirnya terjebak dengan yang DPD lakukan sendiri seperti menabrak AD/ART (Anggaran Dasar/Aturan Rumah Tangga) dan PO (Peraturan Organisasi),” pungkasnya. (Ca)