Silaturahmi Gubernur Dengan Insan Pers, Arinal Sebut Bulan Juni Bulan Istimewa Hingga Era Keterbukaan Publik

BANDARLAMPUNG, DL – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi undang para pemimpin redaksi (pemred) dan wartawan media baik cetak, maupun elektronik, online di Lampung di Mahan Agung, Selasa (29/12/2020) pagi.

Kegiatan itu merupakan silaturahmi Gubernur Lampung dengan insan pers di lingkungan Pemprov Lampung menjelang akhir tahun 2020.

Arinal dalam pemaparan awal menceritakan bahwa bulan Juni merupakan bulan istimewa bagi dirinya. Hal itu karena dia lahir dibulan Juni dan dilantik jadi Gubernur Lampung juga pada 12 Juni 2019.

“Saya dilantik itu bertepatan dengan lima hari sebelum ulang tahun saya. Memang biasanya banyak kabar gembira jelang bulan kelahiran saya. Kadang juga kabar duka saat mendekati ulang tahun saya. Oleh karena itu Juni merupakan hari atau bulan yang sangat istimewa karena banyak Presiden Indonesia juga lahir di bulan Juni seperti Soekarno, SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), dan Jokowi juga lahir di bulan Juni,” kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dihadapan para pemred dan wartawan.

Politisi Golkar itu menyampaikan bahwa sesuai dengan visi-misi dia dan wagub saat kampanye adalah pelayanan publik sebaik-baiknya kepada masyarakat.

“Sesuai visi-misi kami dengan Wagub Lampung memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya kepada masyarakat. Ini merupakan elementasi dari 33 program. Ini semua dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sesuai UU keterbukaan publik,” kata Arinal.

Oleh karena itu dalam menghadapi era keterbukaan publik Pemprov Lampung dituntut kerja secara profesional, berkualitas.

“Ini harapannya dapat memberikan informasi kepada publik secara cepat, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan, lebih murah dan tidak mahal,” kata Arinal.

“Empat gubernur termasuk saya diundang oleh KPK bersama gubernur lain. Untuk tandatangan pencegahan korupsi. Dan Lampung sudah memulai. Karena KPK memberikan perhatian khusus kepada Lampung. Ini kita sambut positif bukan negatif,” kata Arinal.

Menurut Arinal, korupsi itu tidak bisa dicegah dan diberantas tapi harus dengan kesadaran hati dalam perbuatan.

“Tuhan mencatatnya yakni adanya malaikat munkar nakir. Karena setiap perbuatan kita akan dimintai pertanggjawannya di akhirat,” tegasnya.

Penandatanganan pencegahan korupsi itu, kata Arinal bersama Menteri PU, Menteri koperasi, Menpan-RB, Wakil Menteri Kehutanan.

“Yang lainnya belum. Tapi semua kementerian dirjennya hadir. Daerah 4 gubernur langsung yang hadir. Ini dalam rangka era keterbukaan. Untuk kita yakni bekerja secara profesional, cepat, murah, dan berkualitas serta tidak mahal,” katanya.

Banyak penghargaan dari pusat yang diungkapkan Gubernur Lampung terkait kerja-kerja selama ini. (Fik)