Polda Lampung Benarkan Penangkapan Oknum PHL

BANDARLAMPUNG, DL- Polda Lampung akhirnya angkat bicara soal beredarnya informasi penangkapan seorang oknum Pegawai Harian Lepas (PHL) Polda Lampung yang diamankan lantaran mencuri uang milik Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membantah alasan penangkapan terhadap tersangka berinisial HN tersebut.
“Itu tidak benar, persoalannya bukan seperti itu (mencuri uang Kapolda),” ujar Pandra melalui rilis yang diterima redaksi, Selasa (4-1-2022).
Pandra mengatakan, berdasarkan hasil konfirmasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, tersangka HN ditangkap atas perkara adanya dua kendaraan mobil yang tidak sesuai peruntukan plat nomornya.
“Ditreskrimum melakukan penyelidikan dan kebetulan tersangka HN ini bekerja di Polda Lampung sebagai pegawai harian lepas (PHL) di satuan kerja staf pribadi pimpinan (Spripim),” kata dia.
Pandra melanjutkan, tersangka HN ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya kecurigaan masyarakat terkait dua kendaraan yang diduga menggunakan plat kendaraan palsu di kediaman tersangka.
Sementara saat dikonfirmasi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung Kombes Pol Reynold Elisa Hutagalung membenarkan adanya penangkapan terhadap seorang PHL yang bertugas di bagian Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) Polda Lampung berinisial HN.
Dikatakan Reynold, HN diamankan anggota di kediamannya pada Sabtu (1-1-2022).
Reynold juga membantah jika penangkapan HN lantaran mencuri uang milik Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno.
“Terkait (ambil uang) itu tidak benar dan itu tidak ada sangkut pautnya dengan Kapolda,” kata Reynold.
Menurut Reynold, HN ditangkap anggotanya lantaran diduga terlibat kasus penadahan  mobil hasil curian.
Selain tersangka HN, kata Reynold, pihaknya juga turut mengamankan dua unit mobil yakni Daihatsu Sigra dan Toyota Agya yang diduga merupakan hasil tindak pidana yang dilakukan tersangka.
“Dua mobil yang kita amankan ini menurut informasi warga memang yang sering digunakan oleh pelaku. Tapi kalau ke kantor (Polda) pelaku ini pakai motor dan membuat kesan biar dikasihani. Jadi memang tidak mencolok,” jelas Reynold.
Reynold menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait tindak pidana yang diduga dilakukan oleh HN serta pihak lainnya yang diduga terlibat.
Atas perbuatannya, tersangka HN terancam dijerat Pasal 480 tentang tindak pidana penadahan dengan ancaman empat tahun penjara. (Ca)