Pemprov Lampung Terima Studi Banding Tentang Peningkatan Jasa Produksi dan Pengelolaan Keuangan BUMD

BANDARLAMPUNG, DL – Dalam rangka studi banding tentang peningkatan jasa produksi dan pengelolaan keuangan BUMD bidang Non perbankan (pengelolaan kopi), Pemerintah Provinsi Lampung terima kunjungan kerja komisi C, DPRD Provinsi Jawa Tengah, di ruang Sungkai, Kamis (17/02/2020).

Plt. Asisten Administrasi umum Drs. Minhairin, MM. Saat membacakan isi sambutan dari Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. “Dibidang ketahanan pangan, Provinsi Lampung sebagai Bumi Agribisnis, memiliki potensi sumber daya alam cukup besar dan melimpah di sektor pertanian, baik tanaman, hortikultura, perkebunan, pangan, peternakan, perikanan dan kehutanan,” kata Minhairin.

Lanjut Minhairin, “Disektor perkebunan, Provinsi Lampung merupakan salah satu produsen kopi terbesar di Indonesia. Lampung sebagai sentra penghasil Kopi Robusta dengan luas lahan 156.876 ha, produksinya mencapai 110.570 ton dan produktivitas sebesar 797 kg/ha (green bean), merupakan komoditas kebanggaan Lampung karena sebagian besar masyarakat Lampung (142.505 KK, setara 712.525 orang) mempunyai mata pencaharian utamanya sebagai petani kopi, khususnya tersebar di Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, Way Kanan dan Lampung Utara. Hal ini berdampak kepada peningkatan pertumbuhan ekonomi Lampung secara positif,” jelasnya.

Selain itu, hasilnya yaitu optimalisasi pendapatan Provinsi Lampung mengalami yang peningkatan salah satunya bersumber dari dunia industri dimana daerah Lampung merupakan salah satu daerah penghasil padi peringkat ke 7 Nasional, jagung penghasil nomor 3 Nasional, ubikayu nomor 1 Nasional, tebu nomor 2 Nasional serta beberapa komoditas lainnya (kopi, lada, kakao, kelapa sawit, karet).

“Daerah Lampung juga merupakan daerah pemasok ternak seperti sapi, kambing, ayam dan lain-lain untuk wilayah Jawa Barat, DKI, Banten dan Wilayah Sumatera Bagian Selatan,” pungkasnya.

Joko Suswanto Sp., MH, mewakili ketua komisi III, saat menyampaikan sambutannya mengatakan bahwa lampung termasuk Provinsi produksi kopi terbesar, akan tetapi di beberapa tahun terakhir ini Lampung penghasilan kopi merosot akibat cuaca yang tidak menentu.

BACA JUGA:  TEC Gelorakan Semangat dan Motivasi Kader Golkar.

“Provinsi Lampung dengan kepemimpinan pak Gubernur, Arinal ini sudah berencana untuk membuat rencana yang akan menangani spesialis produksi kopi, kita juga punya perusahaan perusahaan yang bekerjasama dengan Pertamina termasuk itu nanti kita untuk meningkatkan produksi pertanian,” kata Joko.

Dalam acara tersebut, Sriyanto Saputro SE, MM wakil ketua komisaris C, DPRD Provinsi Jawa Tengah mengucapkan terima kasih atas sambutan dari Pemerintah Provinsi Lampung.

“Saya berterima kasih kepada pihak pemerintah provinsi Lampung, semoga sepulang kami nanti dari Lampung ada yang dapat kami bawa ke Jawa Tengah, untuk meningkatkan Pendapat Asli Darah (PAD) Provinsi Jawa Tengah, ” kata Sriyanto. (*)