Pasien Positif Corona di Lampung Bertambah jadi 4 Orang

BANDARLAMPUNG, DL – Satu lagi pasien positif corona di Lampung bertambah. Kabar ini beredar usai pemerintah mengumumkan penambahan jumlah pasien positif covid-19 di Indonesia, Jumat (27/3/2020).

Dikonfirmasi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Reihana membenarkan hal tersebut. Reihana mengatakan pasien positif di Lampung kini bertambah menjadi empat orang.

BACA JUGA: Pasien Positif Corona di Lampung Bertambah Jadi 3

”Memang Lampung kembali di umumkan ada penambahan satu kasus positif. Sehingga saat ini ada empat kasus terkonfirmasi. Kemudian di Lampung ada negative 6 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) ada 14 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) ada 431 orang,” ungkap Reihana melalui pesan WhatsApp-nya Jumat (27/3/2020).

Reihana menjelaskan, pasien positif 04 ini telah beberapa hari lalu mendapatkan perawatan khusus diisolasi RSUDAM. Pasien 04 ini merupakan seorang laki-laki berusia 54 tahun asal Bandarlampung.

BACA JUGA: Gubernur Lampung Terima 2000 Unit APD

Reihana menerangkan, pasien memiliki riwayat perjalanan dari DKI Jakarta beberapa hari sebelum akhirnya dirawat.

”Pasien 04 ini merupakan laki-laki 54 tahun, warga Bandarlampung. Riwayatnya pasien ini ikut seminar di Jakarta beberapa hari lalu, kondisinya saat ini cenderung sedikit menurun. Kita doakan semoga ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Selanjutnya, Dinkes akan melakukan tracking pada keluarga dan kerabat pasien. ”Jadi yang pasien 04 ini PDP yang ada di Lampung, yang sesuai protap ialah pasien positif yang tracking. Untuk tracking dari kerabat pasien 01 sudah selesai trackingnya hasilnya sudah ada dan semuanya negative. Untuk pasien 02 dan 03 sudah dilakukan, nomor 04 besok akan dimulai tracking,” jelasnya.

BACA JUGA: Percepat Penanganan Corona Wagub Intruksikan Bendung Pintu Masuk Provinsi Lampung

Sementara untuk rapid tes saat ini sudah didistribusikan 2.400 rapid tes se kabupaten/kota, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sudah mendistribusikan ke 30 rumah sakit rujukan, mulai APD (alat pelindung diri) dan Rapid tes.

”Untuk rapid tes yang dilakukan untuk orang-orang PDP plus kontak dengan PDP, itu yang akan kita lakukan. Terutama tenaga kesehatan yang memiliki gejala covid-19,” tegasnya. (fik/red)