Merasa Dicurangi, Ketua DPD Gerindra Metro Polisikan Panitia Muscab Demokrat

Bandarlampung, DL- Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat yang digelar pada 21 Maret 2022 lalu berbuntut panjang.

Pasalnya, salah satu mantan calon ketua DPC Partai Demokrat Kota Metro Sudarsono melaporkan panitia muscab ke Polresta Bandarlampung, Kamis (22-9-2022).

Laporan tersebut dibuat Sudarsono melalui kuasa hukumnya Fajar Arifin, atas dasar penipuan dan penggelapan dengan dugaan telah melanggar pasal 372 KUHP juncto pasal 378 KUHP.

Fajar menuturkan, dalam laporannya, Sudarsono mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta. Uang tersebut disetor kliennya ke panitia pelaksana Muscab Partai Demokrat, yang diwajibkan bagi setiap kandidat ketua DPC Partai Demokrat.

Menurut Fajar, meski telah menyetor uang, namun kliennya tidak diverifikasi oleh panitia sebagai calon ketua DPC Partai Demokrat Kota Metro.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dennis Arya Putra membenarkan telah menerima laporan tersebut.

Menurut Dennis, laporan telah diterima polisi dengan nomor registrasi LP/B/2258/IX/2022/SPKT POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG.

“Saat ini sedang kita selidiki perkara dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan,” ujar Dennis, Sabtu (24-9).

Dennis menuturkan, pihaknya bakal meminta klarifikasi pihak-pihak terkait yang dilaporkan oleh pelapor guna menindaklanjuti laporan tersebut.

“Untuk menentukan apakah laporan tersebut memenuhi unsur atau tidak. Tentunya laporan ini sedang kita proses,” kata Dennis.

Sementara Ketua Organizing Commite Muscab Demokrat se-Lampung Hanifal mengatakan, pihaknya sudah menjalankan tugas sesuai tupoksi.

Menurut Hanifal, sebagai ketua panitia pelaksana Muscab, dia bertanggungjawab perihal pengurusan izin dan keamanan selama Muscab berlangsung.

“Itu tugas saya sebagai ketua panitia. Masalah uang pendaftaran gak masuk ke saya,” tutur Hanifal.

Terkait laporan dugaan penipuan yang dibuat pelapor, Hanifal mengatakan, uang tersebut sudah disepakati sebelum pelaksanaan Muscab.

Hanifal mengungkapkan, uang yang diserahkan tersebut berdasarkan kesepakatan bersama antara DPD dan DPC Demokrat, yang mana uang yang telah disepakati oleh masing-masing pengurus DPD dan DPC untuk keperluan pembiayaan Muscab.

“Disepakati melalui rapat wilayah DPC, untuk pembiayaan Muscab ditanggung oleh seluruh yang mencalonkan ketua,” kata Hanifal.

Hanifal menegaskan, dalam pelaksanaan Muscab tidak ada penyimpangan. Semua sudah sesuai dengan prosedur. Bahkan, kata dia, uang untuk pelaksanaan Muscab tersebut sudah disepakati masing masing calon tanpa ada paksaan.

“Informasi yang saya dapat sudah diverifikasi, kalau dia merasa tidak diverifikasi oleh panitia itu salah,” kata Hanifal.(Ca)