Belum Dipecat, Ketiga Petinggi Unila yang Jadi Tersangka Suap Masih Berstatus Nonaktif

Bandarlampung, DL- Ketiga tersangka perkara suap dan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Lampung (Unila) belum dipecat, alias masih berstatus nonaktif.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Satuan Pengendalian Internal (SPI) Unila Budiono usai diperiksa sebagai saksi dalam perkara suap yang menjerat Rektor nonaktif Unila Prof Karomani, Wakil Rektor I Prof Heryandi dan Ketua Senat Unila Muhammad Basri di Aula Patria Tama Polresta Bandarlampung, Kamis (29-9-2022).

“Belum (dipecat) kan masih tersangka. Jadi saat ini (status) masih nonaktif,” ujar Budiono.

Budiono menuturkan, oleh tim penyidik KPK dia dicecar sekitar 15 pertanyaan seputar penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.

“Ditanya perihal sistem penerimaan mahasiswa baru, gimana aturannya seperti itu,” kata Budiono.

Disinggung apakah ditanya penyidik terkait dugaan aliran dana dan Lampung Nahdliyin Center (LNC), Budiono menegaskan tidak ada pertanyaan perihal itu.

“Tidak ada, cuma tugas pokok SPI apakah terlibat di dalam itu,” tuturnya.

Terkait apakah benar ada staf dari Yayasan Alfian Husin turut hadir dalam pemeriksaaan KPK karena tidak ada di dalam jadwal, Budiono membenarkan hal tersebut.

“Iya benar, ada dari yayasan Darmajaya, tapi saya tidak tahu namanya,” ucap dia.

Pengamat hukum Unila ini menjelaskan, dari awal pemeriksaan hingga selesai, tidak ada Wakil Rektor II Unila Asep Sukohar di dalam ruangan untuk diperiksa sebagai saksi perkara dugaan suap tersebut.

Menurut Budiono, ini merupakan kali pertama dia diperiksa KPK sebagai saksi dan dia menyatakan siap jika dipanggil kembali oleh KPK untuk memberikan keterangan guna kelengkapan penyidikan.

“Siap membantu KPK kalau memang masih memerlukan data, informasi untuk membuktikan terangnya peristiwa ini,” ungkapnya.

Sementara Staf Yayasan Alfian Husin, Sari memilih bungkam dan tidak memberikan pernyataan maupun menjawab pertanyaan dari awak media usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Dia langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan Polresta Bandarlampung sambil memegang map diduga berisi berkas penting guna kelengkapan penyidikan KPK.

Di sisi lain, Salah seorang penyidik KPK yang enggan disebutkan namanya mengatakan, tidak ada nama Asep Sukohar yang hadir dan diperiksa sebagai saksi pada perkara dugaan suap mahasiswa baru jalur mandiri yang menyeret Karomani CS.

“Tidak ada, emang dijadwalkan hari ini?,” kata dia sambil berjalan meninggalkan aula Patria Tama Polresta Bandarlampung.

Adapun tiga saksi yang dipanggil penyidik untuk diperiksa, namun tidak hadir yakni Wakil Rektor II Prof Asep Sukohar, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr. Ida Nurhaida dan Pembantu Dekan I Hukum Unila Rudi Natamiharja. (Ca)