Bawaslu Minta Penyelenggara dan Birokrasi Netral dan Profesional

BANDARLAMPUNG, DL – Menyikapi video Camat dan Lurah beserta Perangkat RT dan Linmas di Kecamatan Kedaton dan Kelurahan Suka Menanti yang “menggerebek” kediaman salah seorang warganya, disikapi serius oleh Anggota Bawaslu Lampung, Adek Asy’ari.

“Camat, Lurah dan RT – RT serta Linmas di Bandarlampung nie hebat – hebat. Sebelum nya “ngurus” selebaran – selebaran yang keabsahan nya pun masih kita pertanyakan. Sekarang grebek – grebek. Ikut semua cawe – cawe urusan sosialisai bakal calon walikota. Ini kenapa?? Apa karena Istri Walikotanya juga bakal mencalonkan diri jadi Walikota menggantikan suaminya,” tanya Adek.

Menurut Adek, ASN itu kerja saja yang benar, masalah jabatan semua garis tangan dan kuasa Tuhan.

“Kalau udah “gatel” mau berpolitik lepasin donk status ASN- nya,” tambah Adek.

Karena lanjut Adek, Pengawasan Pemilu mutlak urusan Bawaslu, Lurah dan Camat serta masyarakat boleh ikut mengawasi, tapi jangan seperti sudah yang paling hebat sendiri. Tetap harus kordinasi ke Bawaslu.

“Kalau seperti ini, Bubarin saja Bawaslu-nya. Buat apa ada Bawaslu. Suruh saja semua Camat, Lurah, RT serta Linmas yang bekerja mengawasi Pilkada ini,” tegasnya.

Kemudian, kata Dia, terhadap Panwas Kelurahan yang suaminya diduga ikut membagikan alat bersosialisasi, Bawaslu Provinsi melalui Bawaslu Kota sudah memerintahkan kepada Panwascam setempat untuk melakukan langkah-langkah penindakan.

“Selanjutnya Bawaslu Provinsi Lampung untuk juga meminta Bawaslu Kota melakukan langkah-langkah yang sama terhadap Camat atau Lurah atau ASN nya. Jangan takut – takut, hidup itu,” pesan Adek.

Dia meminta agar bertugaslah sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

“Bekerjalah sesuai tupoksi dan regulasi.
Intinya tidak ada kompromi untuk ketidak netralan. Baik di pihak penyelenggara maupun di birokrasi. Penyelenggara yang berpihak harus ditindak. ASN dan Birokrasi yang berpihak juga wajib ditindak,” tutup Adek. (fik)