Bak “Udang di Balik Batu” Tender Ulang 17 Proyek PUPR Lampung, Jadi Pertanyaan

BANDARLAMPUNG, DL – Senada dengan KPK, DPP Aspira Lampung menduga ada kongkalingkong rencana tender ulang 17 proyek bernilai ratusan miliar rupiah di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung agar bisa penunjukan langsung.

Ketua Umum DPP Lembaga Aspirasi Rakyat (Aspira) Lampung Ashari Hermansyah menegaskan tender ulang memungkinkan tapi berdasarkan alasannya agak tak masuk akal kali ini.

“Bila ditelaah pasal 51, Perpres No. 16/2019 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, saya curiga ada maksud tertentu di balik itu, yaitu penunjukan langsung,” katanya via rilis yang dikirim ke daulatlampung.com, Kamis (5/9/2019).

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menilai tender ulang pengadaan barang dan jasa kemungkinan bertujuan agar bisa dilakukan penunjukan langsung pemenang tender.

“Biar bisa gagal dua kali. Waktunya mepet lalu penunjukan langsung,” kata Dian Patra, ketua Tim Koordinator dan Supervisi Bidang Pencegahan KPK RI Wilayah III.

Menurut Ashari, berdasarkan kepres, penyebab tender ulang disebabkan: kesalahan standar dokumen pengadaan (SDP); negosiasi biaya pada seleksi tidak tercapai;

Lainnya, tak ada yang menyampaikan dokumen penawaran setelah perpanjangan waktu; tidak ada yang lulus evaluasi, seluruh peserta persaingan usaha tidak sehat;  penawaran di atas harga perkiraan sendiri (HPS).

“Itulah yang saya nyatakan sangat tak mungkin karena semuanya harus terjadi secara bersamaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerja Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Lampung Mulyadi Irsan, Rabu (4/9), mengatakan 17 paket proyek tersebut akan tetap ditender ulang untuk kepentingan masyarakat meskipun mendekati akhir 2019.(dl/red)