Arbieter Samatier Bund (ASB) Indonesia dan Philippines Usung 2 Program Terkait Ketangguhan Masyarakat Lamsel Menghadai Bencana Secara Zoom Meeting

LAMPUNG SELATAN -DAULATLAMPUNG.COM – Arbeiter Samatier Bund (ASB) Indonesia and Philippines mengadakan lokakarya konsultasi multipihak, program ketangguhan masyarakat desa melalui penguatan sosio-ekonomi dan kesiapsiagaan bencana yang inklusif di aula rajabasa, kantor bupati setempat, Selasa (18/1/2022).

Kegiatan yang digelar secara hybrid itu dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Thamrin. Nampak hadir dalam kegiatan, para Pejabat Struktural Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia serta Persatuan Tuna Netra Indonesia Provinsi Lampung.

Kemudian, nampak hadir pula secara virtual melalui aplikasi zoom meeting Kepala Sub Direktorat Fasilitas Bina Masyarakat Desa dari Direktorat Kelembagaan dan Kerjsama pada Dirjen Pemerintahan Desa Kemendagri Dini Anggraini.

Bekerjasama dengan Paluma Nusantara, Arbeiter Samatier Bund (ASB) Indonesia and Philippines mengusung 2 program yang akan diselenggarakan di Lampung Selatan, dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat Lampung Selatan dalam menghadapi bencana.

Program pertama, yaitu meningkatkan ketangguhan di wilayah rawan bencana di Lampung Selatan melalui upaya integrasi mitigasi risiko sosial ekonomi dalam mekanisme dan program pembangunan daerah.

Kemudian,program kedua, yaitu penerapan standar dan panduan inklusi kemanusiaan dalam kesiapsiagaan bencana melalui penguatan kapasitas terlembaga.

DiDRRN Partnership Manager ASB Indonesia and Philippines Agnes Patongloan mengatakan, kedua program tersebut akan dilaksanakan pada 5 desa di 2 kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

Namun demikian, dirinya mengungkapkan, terdapat pula kegiatan lainnya yang akan dilaksankan di Kabupaten lampung Selatan, dalam rangka mendukung penguatan ketangguhan masyarakat pada wilayah rawan bencana.

“Kegiatan ini tidak akan terselenggara tanpa adanya dukungan dari pemerintah tingkat pusat dan kabupaten. Harapannya dapat menguatkan ketangguhan masyarakat. Kedua program akan dilaksanakan secara khusus pada 2 desa yang ada di kecamatan rajabasa dan sidomulyo.

Menurut Agnes Patongloan, selain menguatkan ketangguhan masyakarat, program tersebut juga sejalan dengan program pemerintah daerah, dalam memajukan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA).

“Kami melihat bahwa hal ini bisa membuat ketangguhan di masyarakat dan sejalan dengan program program yang ada di daerah. Harapan kami dengan kegiatan ini, kami mendapatkan masukan-masukan. Terutama, ada komitmen untuk bekerjasama untuk ketangguhan masyarakat,” ujarnya.

DiDRRN Partnership Manager ASB Indonesia and Philippines Agnes Patongloan mengatakan, kedua program tersebut akan dilaksanakan pada 5 desa di 2 kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

Namun demikian, dirinya mengungkapkan, terdapat pula kegiatan lainnya yang akan dilaksankan di Kabupaten lampung Selatan, dalam rangka mendukung penguatan ketangguhan masyarakat pada wilayah rawan bencana.

“Kegiatan ini tidak akan terselenggara tanpa adanya dukungan dari pemerintah tingkat pusat dan kabupaten. Harapannya dapat menguatkan ketangguhan masyarakat. Kedua program akan dilaksanakan secara khusus pada 2 desa yang ada di kecamatan rajabasa dan sidomulyo.

Menurut Agnes Patongloan, selain menguatkan ketangguhan masyakarat, program tersebut juga sejalan dengan program pemerintah daerah, dalam memajukan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA).

“Kami melihat bahwa hal ini bisa membuat ketangguhan di masyarakat dan sejalan dengan program program yang ada di daerah. Harapan kami dengan kegiatan ini, kami mendapatkan masukan-masukan. Terutama, ada komitmen untuk bekerjasama untuk ketangguhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Sekda Kabupaten Lampung Selatan Thamrin mengapresiasi ASB Indonesia and Philippines yang telah menginisiasi kegiatan lokakarya mengenai ketangguhan masyarakat desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.
Dirinya berharap, melalui kegiatan tersebut dapat menambah wawasan seluruh peserta, terutama yang berkaitan dengan rencana implementasi 2 program ASB Indonesia and Philippines yang akan dilaksanakan di Kabupaten Lampung Selatan.
“Saya berharap kegiatan melalui lokakarya ini, rencana implementasi 2 program ASB yang akan diterapkan di Kabupaten Lampung Selatan, dapat terwujud dan berjalan sesuai harapan kita bersama,” katanya.
Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut juga turut dilaksanakan penandatanganan rencana kerja antara ASB Indonesia and Philippines dan Kabupaten Lampung Selatan periode Januari 2022 hingga Desember 2022. (ptm/Hr).